Resume Basis Praktikum Data 1 – 3

Data Definition Language (DDL) adalah bahasa basis data yang digunakan untuk
mendefinisikan, mengubah, dan menghapus basis data serta objek-objek yang
diperlukan, seperti table, view, user, index dan sebagainya. DDL biasa digunakan oleh
Data Base Administrator (DBA) dalam pembuatan sebuah aplikasi basis data.
Secara umum, DDL yang digunakan meliputi perintah sebagai berikut:
CREATE; digunakan untuk membuat objek yang baru;
ALTER; digunakan untuk mengubah objek yang sudah ada;
DROP; digunakan untuk menghapus objek yang sudah ada.

Adapun beberapa contoh perintah DDL yang umum digunakan pada MySQL
adalah sebagai berikut:
CREATE ALTER/RENAME DROP
CREATE DATABASE
CREATE FUNCTION
CREATE INDEX
CREATE PROCEDURE
CREATE TABLE
CREATE TRIGGER
CREATE VIEW
ALTER DATABASE
ALTER FUNCTION
ALTER PROCEDURE
ALTER TABLE
ALTER VIEW
RENAME TABLE
DROP DATABASE
DROP FUNCTION
DROP INDEX
DROP PROCEDURE
DROP TABLE
DROP TRIGGER
DROP VIEW

Data Manipulation Language (DML) adalah bahasa/perintah SQL yang berfungsi
untuk memanipulasi data yang ada di dalam basis data(database), dan digunakan
untuk mengambil, memasukkan, memodifikasi, bahkan menghapus informasi/isi
yang ada didalam database tersebut. Beberapa manfaat atau kegunaan dari DML
diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Pengambilan informasi yang disimpan dalam basis data (Select)
b. Penyisipan informasi baru ke basis data (Insert)
c. Penghapusan informasi dari basis data (Delete)
d. Modifikasi informasi yang disimpan dalam basis data (Update)

Berikut contoh penggunaan DML pada SQL:

insert into mahasiswa values (‘1400001′,’Aceng’),(‘1400002′,’Bambang’);
select nama from mahasiswa;
update mahasiswa set nama=’Aang’ where nim=’1400001′;
delete from mahasiswa;

Aggregasi merupakan fungsi sederhana matematika yang digunakan dalam SQL untuk melakukan perhitungan yang melibatkan sekumpulan data pada perintah select.

Fungsi-fungsi pada aggregasi bermacam-macam, yaitu avg(), count(), max(), min(), sum(), round(), stddev_pop() dan var_pop().

AVG() digunakan untuk menghitung rata-rata (average) dari sekumpulan data yang dipilih. COUNT() digunakan untuk menghitung jumlah data yang ada pada field yang dipilih. MAX() digunakan untuk memilih nilai maksimal dari sekumpulan data pada field yang dipilih, sedangkan MIN() digunakan untuk memilih nilai minimalnya. SUM() digunakan untuk menjumlahkan seluruh data yang ada pada field yang dipilih. ROUND() digunakan untuk membulatkan data pada field yang dipilih. STDDEV_POP digunakan untuk menghitung nilai standar deviasi populasi, sedangkan VAR_POP digunakan untuk menghitung nilai standar varian populasi.

Berikut beberapa contoh penggunaan agregasi:

SELECT AVG(nama_field) From nama_tabel;
SELECT COUNT(nama_field) From nama_tabel;

Grouping adalah fungsi untuk mengelompokkan sekumpulan data sesuai dengan field yang dipilih atau diperlukan pada tabel tersebut.

Fungsi-fungsi yang ada pada grouping bermacam-macam, yaitu order bygroup byhaving dan view.

Order by digunakan untuk mengurutkan data. Pada order by bisa diurutkan secara ascending atau descending dengan menggunakan asc atau descGroup by digunakan untuk mengelompokkan data sesuai dengan field yang dipilih. Having hampir mirip dengan where, tetapi fungsi ini terikat dengan group by dan pada having bisa digunakan fungsi aggregasi. View digunakan untuk membuat tabel semu yang dapat menjadi sebuah tabel gabungan dari tabel-tabel lainnya.

Berikut beberapa contoh penggunaan grouping:

SELECT *FROM(nama_tabel) ORDER BY atribut ASC/DESC;
SELECT *FROM(nama_tabel) GROUP BY atribut;

Resume Praktikum RE 3

Suatu perangkat elektronika memiliki komponen-komponen yang mendukung dalam pembuatannya seperti transistor, resistor, kapasitor, induktor, dioda, dan lain-lain. Komponen-komponen tesebut memiliki satuan dan besaran tertentu tergantung dari fungsinya. Untuk bisa membuat rangakian elektronika yang baik, maka kita harus mengetahui satuan dan besaran komponen tersebut.

Pada pertemuan ketiga, kami belajar tentang bagaimana mengukur komponen-komponen elektronika tersebut dengan menggunakan multimeter. Multimeter berfungsi untuk mengetahui apakah rangkaian elektronika tersebut tersambung atau tidak, dan juga untuk mengukur setiap komponen elektronika yang berupa hambatan, tegangan, dan kuat arus yang mengalir pada rangkaian.

Saat ini ada dua jenis multimeter yaitu multimeter analog dan multimeter digital. Multimeter analog menggunakan jarum sebagai indikator ukurannya sedangkan multimeter menggunakan layar kecil untuk menampilkan besar ukurannya. Dengan menggunakan multimeter analog, pengukuran bisa lebih akurat.

Untuk mengukur suatu komponen elektronika, kita harus mengetahui, apa jenis komponennya terlebih dahulu, apakah itu transistor, resistor, kapasitor, induktor, dioda, dan lain-lain. Untuk mengukurnya kita harus mengarahkan selector switch ke bagian tertentu sesuai dengan komponennya. Misalnya untuk mengukur resistor kita harus mengarahkan selector switch ke satuan ohm. Untuk mengukurnya kita harus menempelkan kedua ujung probe pada ujung kawat komponen yang akan diukur. Kita harus mengarahkan probe dengan benar pada kutub positif dan negative pada komponen-komponen tertentu misalnya dioda dan transistor. Setelah probe di tempelkan di kedua ujung komponen, angka pada layar akan mulai berubah, kemudian tunggu sampai berhenti, dan menunjukkan skala yang benar. Untuk beberapa komponen, skala yang ditampilkan tidak pasti, sehingga kita harus menghitung rata-rata dari setiap angka yang muncul atau yang paling sering muncul.

Tidak semua perangkat elektronika memiliki satuan, diantaranya dioda. Pada multimeter ada satu pilihan pada switch selector nya yaitu buzzer. Buzzer berfungsi untuk memeriksa apakah komponen elektronika tersebut masih berjalan dengan baik atau tidak, juga berfungsi untuk mengetahui kutub positif dan negatif pada komponen. Jika komponen elektronika tersebut berjalan dengan baik, multimeter akan berbunyi beep jika kita mengarahkan selector switch nya ke buzzer. Pada multimeter ada juga bagian untuk mengukur besar transistor, yaitu berupa berapa lubang untuk kaki transistor. Kita harus memasukan kaki transistor dengan tepat sesuai dengan jenis nya yaitu pnp (positive negative positive) dan npn (negative positive negative).

Dalam pertemuan ketiga kami mencoba mengukur beberapa komponen elektronika dengan multimeter. Kami mencatat setiap ukuran dari komponennya dan mengumpulkan hasil dari pengukurannya ke asisten.

 

-Tri Samsul R-

Resume Praktikum RE 1 & 2

Asslamu’alaikum Wr. Wb.

Pertemuan Pertama

Pada pertemuan pertama kami melakukan perkenalan dengan asisten dosen mata kuliah Rangkaian Elektronika. Pertama kami membahas apa itu Rangkaian Elektronika.

Rangkaian elektronika adalah rangkaian yang dibentuk oleh komponen – komponen elektronika pasif dan aktif yang merupakan suatu satuan untuk pemrosesan isyarat (signal processing). Rangkaian listrik memiliki dua macam, yaitu rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup.

Pemrosesan Isyarat (Signal Processing) dapat mencakup:

  1. Penguatan (amplification), rangkaiannya dinamakan penguat (amplifier).
  2. Penyearahan (rectification), rangkaiannya dinamakan penyearah (rectifier).
  3. Pembangkitan (oscillation), rangkaiannya dinamakan pembangkit sinyal (oscillator) atau osilator (Bahasa Indonesia)
  4. Pemodulasian (modulation), rangkaiannya dinamakan modulator
  5. Pemrosesansinyaldigital

Ada dua macam rangkaian listrik, yaitu:

  1. Rangkaian Terbuka

Rangkaian listrik terbuka merupakan suatu rangkaian listrik yang tidak terdapat aliran arus listrik meskipun memiliki suatu sumber tegangan. Mengapa tidak terdapat arus listrik? Hal ini terjadi dikarenakan pada rangkaian terbuka terdapat bagian yang terputus/tidak tersambung satu sama lain, sehingga arus tidak akan mengalir pada rangkaian.

  1. Rangkaian Tertutup

Rangkaian listrik tertutup merupakan suatu rangkaian listrik yang terdapat aliran arus listrik. Berbeda dengan rangkaian terbuka, rangkaian listrik tertutup tidak memiliki rangkaian yang terputus/semua rangkaian tersambung, sehingga arus mengalir pada rangkaian tersebut.

Jenis-jenis Komponen Elektronika

Berikut ini merupakan Fungsi dan Jenis-jenis Komponen Elektronika dasar yang sering digunakan dalam Peralatan Elektronika beserta simbolnya.

  • Resistor

Resistor atau disebut juga dengan Hambatan adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika. Satuan Nilai Resistor atau Hambatan adalah Ohm (Ω). Nilai Resistor biasanya diwakili dengan Kode angka ataupun Gelang Warna yang terdapat di badan Resistor. Hambatan Resistor sering disebut juga dengan Resistansi atau Resistance.

Jenis-jenis Resistor diantaranya adalah :

  1. Resistor yang Nilainya Tetap
  2. Resistor yang Nilainya dapat diatur, Resistor Jenis ini sering disebut juga dengan Variable Resistor ataupun Potensiometer.
  3. Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya, Resistor jenis ini disebut dengan LDR atau Light Dependent Resistor
  4. Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan perubahan suhu, Resistor jenis ini disebut dengan PTC (Positive Temperature Coefficient) dan NTC (Negative Temperature Coefficient)
  • Kapasitor (Capacitor)

Kapasitor atau disebut juga dengan Kondensator adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan energi atau muatan listrik dalam sementara waktu. Fungsi-fungsi Kapasitor (Kondensator) diantaranya adalah dapat memilih gelombang radio pada rangkaian Tuner, sebagai perata arus pada rectifier dan juga sebagai Filter di dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya). Satuan nilai untuk Kapasitor (Kondensator) adalah Farad (F)
Jenis-jenis Kapasitor diantaranya adalah :

  1. Kapasitor yang nilainya Tetap dan tidak ber-polaritas. Jika didasarkan pada bahan pembuatannya maka Kapasitor yang nilainya tetap terdiri dari Kapasitor Kertas, Kapasitor Mika, Kapasitor Polyster dan Kapasitor Keramik.
  2. Kapasitor yang nilainya Tetap tetapi memiliki Polaritas Positif dan Negatif, Kapasitor tersebut adalah Kapasitor Elektrolit atau Electrolyte Condensator (ELCO) dan Kapasitor Tantalum
  3. Kapasitor yang nilainya dapat diatur, Kapasitor jenis ini sering disebut dengan Variable Capasitor.

 

  • Induktor (Inductor)

Induktor atau disebut juga dengan Coil (Kumparan) adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi sebagai Pengatur Frekuensi, Filter dan juga sebagai alat kopel (Penyambung). Induktor atau Coil banyak ditemukan pada Peralatan atau Rangkaian Elektronika yang berkaitan dengan Frekuensi seperti Tuner untuk pesawat Radio. Satuan Induktansi untuk Induktor adalah Henry (H).
Jenis-jenis Induktor diantaranya adalah :

  1. Induktor yang nilainya tetap
  2. Induktor yang nilainya dapat diatur atau sering disebut dengan Coil Variable.

 

  • Dioda (Diode)

Diode adalah Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Diode terdiri dari 2 Elektroda yaitu Anoda dan Katoda.
Berdasarkan Fungsi Dioda terdiri dari :

  1. Dioda Biasa atau Dioda Penyearah yang umumnya terbuat dari Silikon dan berfungsi sebagai penyearah arus bolak balik (AC) ke arus searah (DC).
  2. Dioda Zener (Zener Diode) yang berfungsi sebagai pengamanan rangkaian setelah tegangan yang ditentukan oleh Dioda Zener yang bersangkutan. Tegangan tersebut sering disebut dengan Tegangan Zener.
  3. LED (Light Emitting Diode) atau Diode Emisi Cahaya yaitu Dioda yang dapat memancarkan cahaya monokromatik.
  4. Dioda Foto (Photo Diode) yaitu Dioda yang peka dengan cahaya sehingga sering digunakan sebagai Sensor.
  5. Dioda Schottky (SCR atau Silicon Control Rectifier) adalah Dioda yang berfungsi sebagai pengendali .
  6. Dioda Laser (Laser Diode) yaitu Dioda yang dapat memancar cahaya Laser. Dioda Laser sering disingkat dengan LD.

 

 

 

 

 

  • Transistor

Transistor merupakan Komponen Elektronika Aktif yang memiliki banyak fungsi dan merupakan Komponen yang memegang peranan yang sangat penting dalam dunia Elektronik modern ini. Beberapa fungsi Transistor diantaranya adalah sebagai Penguat arus, sebagai Switch (Pemutus dan penghubung), Stabilitasi Tegangan, Modulasi Sinyal, Penyearah dan lain sebagainya. Transistor terdiri dari 3 Terminal (kaki) yaitu Base/Basis (B), Emitor (E) dan Collector/Kolektor (K). Berdasarkan strukturnya, Transistor terdiri dari 2 Tipe Struktur yaitu PNP dan NPN. UJT (Uni Junction Transistor), FET (Field Effect Transistor) dan MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET) juga merupakan keluarga dari Transistor.

  • IC (Integrated Circuit)

IC (Integrated Circuit) adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan bahkan jutaan Transistor, Resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi sebuah Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil. Bentuk IC (Integrated Circuit) juga bermacam-macam, mulai dari yang berkaki 3 (tiga) hingga ratusan kaki (terminal). Fungsi IC juga beraneka ragam, mulai dari penguat, Switching, pengontrol hingga media penyimpanan. Pada umumnya, IC adalah Komponen Elektronika dipergunakan sebagai Otak dalam sebuah Peralatan Elektronika. IC merupakan komponen Semi konduktor yang sangat sensitif terhadap ESD (Electro Static Discharge).
Sebagai Contoh, IC yang berfungsi sebagai Otak pada sebuah Komputer yang disebut sebagai Microprocessor terdiri dari 16 juta Transistor dan jumlah tersebut belum lagi termasuk komponen-komponen Elektronika lainnya.

  • Saklar (Switch)

Saklar adalah Komponen yang digunakan untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik. Dalam Rangkaian Elektronika, Saklar sering digunakan sebagai ON/OFF dalam peralatan Elektronika.

 

Pertemuan Kedua

Pada pertemuan kedua kami membahas tentang rangkaian seri dan parallel dan juga indicator warna pada hambatan

Rangkaian Seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar (seri). Baterai dalam senter umumnya disusun dalam rangkaian seri.

Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara berderet (paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya merupakan rangkaian paralel. Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya

Gabungan antara rangkaian seri dan rangkaian paralel disebut rangkaian seri-paralel (kadang disebut sebagai rangkaian campuran atau rangkaian kombinasi).

Rangkaian seri

seri1

seri2

Jumlah hambatan total rangkaian seri sama dengan jumlah hambatan tiap- tiap komponen (resistor).

Rangkaian paralel

.para1

para2

Berikut adalah beberapa indikator warna pada hambatan atau resistor:

hambatan